Tampilkan postingan dengan label Pramuka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pramuka. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 September 2011

FILM 5 ELANG


5 Elang, berkisah tentang petualangan Pramuka. Film 5 Elang yang menceritakan petualangan 5 anak saat mengikuti perkemahan pramuka bisa menjadi film hiburan keluarga sekaligus menanamkan nilai-nilai positif dari kegiatan pramuka. Kisah petualangan dalam film 5 Elang dimulai ketika dua dari lima Elang ini diculik oleh penjahat. Film 5 Elang ditayangkan serentak di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia tanggal 25 Agustus 2011 ini digarap oleh rumah produksi SBO Films yang juga memproduksi film Garuda di Dadaku. Film 5 Elang yang disutradarai Rudi Soedjarwo dengan penulis cerita dan skenario Salman Aristo ini diperankan oleh pemeran baru di antaranya Christoffer Nelwan, Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan, Teuku Rizky Muhammad, Bastian Bintang Simbolon, dan Monica Sayangbati.


Sinopsis Film 5 Elang
Film 5 (Lima) Elang bercerita tentang Baron (Christoffer Nelwan) yang kesal saat harus mengikuti orang tuanya pindah dari Jakarta ke Balikpapan.  Ia pun memilih untuk menutup diri dari lingkungan barunya dan sibuk sendiri bermain mobil RC.
Namun, suatu ketika, Baron harus mewakili sekolahnya untuk mengikuti perkemahan pramuka tingkat daerah. Ia satu regu dengan Rusdi (Iqbaal Dhiafkari Ramadhan), pramuka supel tapi kelewat optimistis dan sering kali membuat Baron jengkel.  Bersama dengan anggota lain, Anton (Teuku Rizky Muhammad) Si Ahli Api, dan Aldi (Bastian Bintang Simbolon), Si Kerdil yang tempramental, mereka memulai petualangan barunya di perkemahan.  Mereka juga bertemu dengan Sindai (Monica Sayangbati), gadis perkasa, yang banyak membantu Baron dan kawan-kawan ketika harus menjelajahi hutan lebat dalam salah satu games perkemahan.
Situasi semakin menegangkan ketika Rusdi dan Anton diculik oleh komplotan penebang hutan liar pimpinan Arip Jagau di tengah hutan.  Baron, Aldi, dan Sindai, yang tadinya mau kabur dari perkemahan, harus kembali untuk menolong kedua sahabatnya. Petualangan yang tersaji penuh ketegangan namun terkadang lucu.
Salah satu adegan di film 5 ElangSalah satu adegan di film 5 Elang
Lima Elang, Saat Pramuka Bermain Film. Film 5 Elang bukan sekedar film keluarga yang berkisah tentang petualangan dan persahabatan pramuka namun bisa disebut sebagai kado ulang tahun dalam rangka memperingati Hari Pramuka yang ke 50 pada tanggal 14 Agustus 2011. 
Film Lima Elang ini sekaligus berusaha menanamkan nilai-nilai positif dari kegiatan pramuka. Film ini memang merupakan kerjasama antara Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka dengan SBO Films. Bahkan Ketua Kwarnas, Prof.Dr.dr Azrul Azwar, MPH. pun turut menjadi produser eksekutif.
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka juga menunjuk sejumlah pengurus Kwarnas tim khusus yang terdiri atas tim supervisi teknis serta tim lapangan yang mendampingi tim produksi saat syuting film 5 Elang berlangsung.
Film 5 Elang ini pantas menjadi tontonan wajib bagi anggota pramuka. Pun bagi orang-orang yang selama SD maupun SMP pernah memiliki pengalaman dalam kegiatan kepramukaan, film 5 Elang dapat dijadikan film nostalgia. Bahkan bagi yang tidak pernah bersentuhan dengan pramuka ataupun yang selama ini alergi dengan kegiatan pramuka, film ini pastinya akan mampu memberikan gambaran baru tentang pramuka dengan segala seluk beluknya.
Seperti yang dikatakan sang Sutradara, Rudi Soedjarwo, saat press realese film 5 Elang, “Saya juga cukup menyesal karena dulu saya tidak ikut Pramuka. Ternyata Pramuka tidak sebegitu membosankan.”
LIRIK LAGU 5 ELANG
Mendekatlah tunas bangsa, marilah kita bersama
Siapkan diri menyambut hari baru
Singsingkan lengan bajumu, satukan derap langkahmu
Wujudkan harapan, raih cita-cita
Tunjukkan pada dunia, bersatu walau kita berbeda
Bagaikan elang melintasi cakrawala
Terbang rentangkan sayapmu, jangan pernah ada ragu
Satukan semua tekadmu meraih impian
Terbang kepakkan sayapmu, jangan pernah ada ragu
Bersama kita pasti bisa taklukkan dunia
Singsingkan lengan bajumu, satukan derap langkahmu
Wujudkan harapan, raih cita-cita
Tunjukkan pada dunia, bersatu walau kita berbeda
Bagaikan elang melintasi cakrawala
Terbang rentangkan sayapmu, jangan pernah ada ragu
Satukan semua tekadmu meraih impian
Terbang kepakkan sayapmu, jangan pernah ada ragu
Bersama kita pasti bisa taklukkan dunia
Tunjukkan pada dunia, bersatu walau kita berbeda
Bagaikan elang melintasi cakrawala
Terbang rentangkan sayapmu, jangan pernah ada ragu
Satukan semua tekadmu meraih impian
Terbang kepakkan sayapmu, jangan pernah ada ragu
Bersama kita pasti bisa taklukkan dunia

Selasa, 13 September 2011

Dasa Dharma Dari Masa Ke Masa


DASA DHARMA GERAKAN PRAMUKA, lampiran dari Keppres No.238 Tahun 1961
1. Pramuka itu dapat dipercaya;
2. Pramuka itu setia;
3. Pramuka itu sopan dan perwira;
4. Pramuka itu sahabat sesama manusia dan saudara bagi tiap-tiap pramuka;
5. Pramuka itu penyayang sesama mahluk;
6. Pramuka itu siap menolong dan wajib berjasa;
7. Pramuka itu dapat menjalankan perintah tanpa membantah;
8. Pramuka itu sabar dan riang gembira dalam segala kesukaran;
9. Pramuka itu hemat dan cermat;
10. Pramuka itu suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan;


DASA DARMA GERAKAN PRAMUKA, Keppres No.156 Tahun 1966 (Muker Anpuda II tahun 1966)
1. Kami Pramuka Indonesia, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. Kami Pramuka Indonesia, berjiwa Pancasila dan patriot Indonesia yang setia;
3. Kami Pramuka Indonesia, giat melaksanakan Amanat Penderitaan Rakyat;
4. Kami Pramuka Indonesia, ikhlas berkorban untuk keadilan dan untuk kemuliaan Indonesia;
5. Kami Pramuka Indonesia, bergotong royong membangun masyarakat Pancasila;
6. Kami Pramuka Indonesia, dapat dipercaya, bersusila dan berbudi luhur;
7. Kami Pramuka Indonesia, hemat, cermat dan bersahaja;
8. Kami Pramuka Indonesia, pantang putus asa dalam menanggulangi kesusahan;
9. Kami Pramuka Indonesia, berjuang dengan rasa tanggungjawab dan gembira untuk dapat berguna;
10. Kami Pramuka Indonesia, berwatak ksatria dan bertindak dengan disiplin;


DASA DHARMA GERAKAN PRAMUKA, Keputusan Kwarnas No.123/KN/78 yang diperbaharui dgn Keputusan Kwarnas No.036 Tahun 1979 tentang Dasa Dharma Pramuka (Munas’78) dan tetap dipertahankan sampai Munas 2003
Dasa Dharma Pramuka
Pramuka itu :
1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia;
3. Patriot yang sopan dan ksatria;
4. Patuh dan suka bermusyawarah;
5. Rela menolong dan tabah;
6. Rajin, terampil dan gembira;
7. Hemat cermat dan bersahaja;
8. Disiplin, berani dan setia;
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya;
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan;


DASA DHARMA GERAKAN PRAMUKA, Keputusan Kwarnas No.203 Tahun 2009
Dasa Dharma
1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia;
3. Patriot yang sopan dan ksatria;
4. Patuh dan suka bermusyawarah;
5. Rela menolong dan tabah;
6. Rajin, terampil dan gembira;
7. Hemat, cermat dan bersahaja;
8. Disiplin, berani dan setia;
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya;
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan;

Makna Seragam Pramuka


Siapa yang tahu, kenapa Seragam Pramuka berwarna coklat tua dan coklat muda, terus setangan lehernya berwarna Merah Putih? Mengapa seragam pramuka tidak warna biru? Atau hijau? Atau kuning? Atau warna yang lainnya, para pendahulu kita memilih warna-warna tersebut bukan tanpa maksud dan alasan, namun ada sebuah cerita yang mengandung makna dan menjadi cita-cita yang ingin dibangun, agar seseorang yang mengenakan seragam pramuka ini menjadi seorang pandu yang memiliki pribadi kesatria, menjadi generasi muda penerus perjuangan bangsa dan setiap orang bangga mengenakannya. Coklat tua adalah warna tanah Indonesia. Coklat muda adalah warna air yang mengaliri tanah-tanah Indonesia dan Merah Putih adalah kibaran bendera Indonesia.
Sehingga seorang pramuka digambarkan sebagai seorang pandu yang berpijak diatas tanah air Indonesia yang selalu siap sedia untuk membela dan mempertahankan agar sang Merah Putih tetap berkibar di bumi Nusantara. Warna coklat adalah warna pakaian yang juga digunakan para pejuang dimasa kemerdekaan, coklat adalah warna yang penuh kenangan betapa gigihnya para pendahulu kita perjuangkan kemerdekaan Indonesia, betapa banyak nyawa dan harta yang telah dikorbankan untuk mempertahankan kibaran bendera Merah Putih di bumi nusantara ini, begitu besarnya jasa mereka mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, kita para pramuka yang mengenakan seragam ini harus selalu mengingat betapa besar perjuangan dan pengorbanan yang telah diberikan para pejuang bangsa, dan senantiasa memberikan penghormatan pada jasa-jasa mereka dengan terus berlatih membina diri kita menjadi pribadi yang tangguh bermoral utama. Penuhi janjimu, Trisatya. Amalkan Dasa Dharma agar kita menjadi generasi penerus bangsa yang utama. Pertahankan Merah Putih untuk terus berkibar di bumi Indonesia tercinta ini.
Kemudian dari mulai perbedaan bentuk antara pakaian yang digunakan siaga, penggalang, penegak dan anggota dewasa, kemudian atribut yang melengkapinya, tentu saja dengan menjelaskan semua kiasan dan maknanya, seperti kenapa TKU pada siaga diilustrasikan sebagai manggar (bunga kelapa) kuncup, sedangkan pada penggalang dilustrasikan sebagai manggar mekar, kemudian penegak bergambar cikal berwarna kuning yang bersebelahan dengan dasar hijau dan ada satu bintang diatasnya sedangkan pandega kenapa dasarnya berwarna coklat dan lain sebagainya. Sebuah semangat nasionalisme telah ditanamkan sang Pembina dari selembar kain yang semula tidak bermakna yang setelah dijahit dan dilengkapi atributnya bernama seragam pramuka.

Latar Belakang Lahirnya Gerakan Pramuka


Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960. Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.
Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).
Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan.
Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961. Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu. Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.
KELAHIRAN GERAKAN PRAMUKA
Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu:
  1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
-   Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
-  Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
2.  Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini      kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.
GERAKAN PRAMUKA DIPERKENALKAN
Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan\ Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya. Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian. Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang.
Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.
Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr. A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari. Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta. Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana Negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai. Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka